Perkembangan Peserta Didik Anak Usia SD

56 views

Perkembangan peserta didik

Perkembangan Peserta Didik. Tugas utama seorang guru dalam pembelajaran adalah mengantarkan peserta didik pada prestasi terbaiknya sesuai dengan potensinya. Jadi hal pertama yang perlu dipahami adalah bagaimana karakteristik peserta didik asuhnya dan cara mengembangkan potensinya. Informasi mengenai karakteristik peserta didik dalam berbagai aspek menjadi satu acuan dalam menentukan kedalaman dan keluasan materi sehingga sesuai dengan perkembangan peserta didik.

Berdasarkan pemahaman tersebut dalam perkembangan peserta didik guru perlu bekerja keras dan kreatif untuk mengeksplorasi berbagai upaya dalam bentuk media, bahan belajar dan metode pembelajaran untuk memfasilitasi peserta didik secara tepat dan kreatif sehingga sesuai dengan perkembangan peserta didik termasuk gaya belajarnya.

Pengertian perkembangan dan pertumbuhan.

Perkembangan adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada fungsi organ jasmaniah dan bukan terdapat pada organ jasmani sehingga penekanan arti pada perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang berhubungan pada kemampuan psikologis.

Pertumbuhan  adalah Proses penambahan ukuran baik volume, bobot dan pertambahan jumlah sel yang bersifat irreversible yang berarti tidak dapat kembali ke asal semula.

Sedangkan perkembangan peserta didik merupakan bagian dari pengkajian dan penerapan psikologi  perkembangan secara khusus untuk mempelajari aspek-aspek perkembangan individu di tahap usia sekolah baik sekolah dasar maupun menengah.

Dalam dunia pendidikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan, dan berlangsung dalam lingkungan pendidikan. Interaksi pendidikan berfungsi untuk mengembangkan seluruh potensi kecakapan dan karakteristik peserta didik diantaranya karakteristik fisik-motorik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual.

Perkembangan peserta didik

Interaksi antara pendidik dan peserta didik merupakan hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi. Dalam perkembangan peserta didik agar para pendidik dapat berinterksi dengan baik dengan peserta didik, maka pendidik perlu memahami pemahaman siapa yang menjadi peserta didiknya. Pemahaman yang memadai terhadap potensi, kecakapan dan karakteristik peserta didik akan berkontribusi dalam bentuk perlakuan, tindakan-tindakan bijaksana, tepat sesuai dengan kondisi dan situasi. Pendidik akan menyiapkan dan menyampaikan pelajaran, memberikan tugas, latihan dan bimbingan disesuaikan dengan kemampuan dan tahap perkembangan peserta didik.

1. Pengertian Individu

Dalam konteks pendidikan peserta didik harus dipandang sebagai pribadi yang utuh yakni sebagai satu kesatuan sifat makhluk hidup dan makhluk sosial, sebagai satu kesatuan jasmani dan rohani, serta sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Dengan melihat sifat-sifat dan ciri-ciri tersebut perkembangan peserta didik pada hakikatnya setiap manusia adalah pribadi atau individu yang utuh, tidak dapat dibagi, tidak dapat dipisahkan dan bersifat unik. Artinya manusia tidak dapat dipisahkan dari jiwa raganya, rohaniah dan jasmaniahnya, kegiatan jiwa dalam kehidupan sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya bukan kegiatan jiwa saja dan sebaliknya.

Bersifat unik menunjukan sifat khas yang membedakan individu tersebut dengan individu lainnya, bahwa di dunia ini tidak ada orang yang persis sama. Dengan demikian peserta didik dalam perkembangannya sebagai individu yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan peserta didik lainnya.

2. Keragaman Karakteristik  Individu

Usia anak SD berada dalam akhir masa anak-anak yang berlangsung dari usia 6 s.d 12 tahun (Yusuf, 2014:23). Individu yang melakukan kegiatan belajar adalah peserta didik oleh karena itu dalam proses dan kegiatan belajar tidak dapat melepaskan dari karakteristik peserta didik , kemampuan dan perilaku individualnya. Keragaman karakteristik dapat dilihat secara fisik , kepribadian dan perilaku seperti berbicara bertindak, mengerjakan tugas, memecahkan masalah dan sebagainya. Dari berbagai keragaman karakteristik peserta didik yang paling penting dipahami oleh guru adalah keberagaman dalam kecakapan (ability) dan kepribadian (Makmun, 2009:53).

Adanya informasi mengenai karakteristik peserta didik memberikan implikasi perkembangan peserta didik proses pembelajaran yaitu pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik peseta didik sebagai individu. Hal yang sangat penting dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam perkembangan peserta didik adalah guru menciptakan kondisi kondusif supaya setiap individu dapat belajar secara optimal, meskipun mereka berada dalam kelompok. Dengan demikian dalam proses pembelajaran setiap individu memerlukan perlakuan yang berbeda, maka strategi dan upaya pelaksanaanya akan berbeda pula.

Menurut Desmita (2014:57) ada 3 hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan karakteristik individual peserta didik antara lain :

  1. Karakteristik yang berkaitan dengan kemampuan awal atau prerequisite skills, seperti kemampuan intelektual, kemampuan berpikir dan hal-hal yang berhubungan dengan aspek psikomotor.
  2. Karakteristik yang berkaitan dengan latar belakang status sosio-kultural.
  3. Karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan – perbedaan kepribadian, seperti perasaan, sikap, minat dan sebagainya.

Sangat penting bagi guru dalam memahami keragaman karakteristik individu peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran sesuai perkembangannya. Pemahaman ini sangat bermanfaat dalam memilih dan menentukan pembelajaran yang sesuai dan tepat sehingga dapat memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara efektif. Selain itu guru dapat menyusun dan mengorganisasikan materi pembelajaran dan menentukan media yang tepat. Pemahaman karakteristik individu peserta didik juga berguna untuk memotivasi dan membimbing peserta didik sehingga dapat mencapai prestasi yang optimal.

3. Faktor yang Mempengaruhi Adanya Keragaman Individu

Karakteristik atau ciri-ciri individu adalah keseluruahan perilaku dan kemampuan individu sebagai hasil pembawaan dan lingkungan. Pembawaan yang bersifat alami (nature) adalah karakteristik individu yang dibawa sejak lahir (diwariskan dari keturunan), sedangkan nuture (pemeliharaan, pengasuhan) adalah faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi individu sejak di masa pertumbuhan sampai selanjutnya serta dalam perkembangan peserta didik. Nature dan nuture merupakan faktor yang mempengaruhi keragaman individual. Seorang bayi yang baru lahir merupakan perpanduan keturuan dari ayah dan ibunya. Selama perkembanga dari mulai pembuahan. Hal ini akan membentuk pola karakteristik perilaku berbeda dengan individu-individu lain. (Desmita,2014:56)

4. Makna Perkembangan Individu

Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua istilah yang berbeda tapi tidak berdiri sendiri. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan ilmiah secara kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Menurut Libert, Paulus, dan Strauss (Sunarto, 2002:39) bahwa perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu pada fungsi kematangan dan interaksinya dengan lingkungan. Istilah perkembangan lebih mencerminkan perubahan psikologis. Kematangan adalah perubahan yang terjadi pada masa-masa tertentu yang merupakan titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan dan merupakan kesiapan awal dari suatu fungsi psikofisik untuk menjalankan fungsinya (Makmun, 2009:79)

Perkembangan peserta didik

Dalam perkembangan peserta didik belajar atau pendidikan dan latihan adalah perubahan perilaku sebagai hasil usaha yang disengaja oleh individu, sedangkan kematangan dan pertumbuhan adalah perubahan yang berlangsung secara alamiah.  Pada batas-batas tertentu perkembangan peserta didik dapat dipercepat melalui proses belajar.

5. Tahap Perkembangan

Para ahli psikologi sependapat bahwa terdapat ukuran yang teratur dalam perkembangan peserta didik yang tergantung pada pematangan organisme sewaktu berinteraksi dengan lingkungan. Banyak pendapat ahli mengenai tahapan perkembangan, namun berkaitan dengan pembelajaran pendidikan menurut Yusuf (2014:23) digunakan pentahapan yang bersifat eklektik. Berdasarkan pendapat tersebut, perkembangan individu sejak lahir sampai dengan masa kematangan adalah sebagai berikut

TAHAP PERKEMBANGANUSIA
Masa usia pra sekolah0,0-6,0
Masa usia sekolah dasar6,0-12,0
Masa sekolah menengah12,0-18,0
Masa usia mahasiswa18,0-25,0

Pemahaman tahapan perkembangan peserta didik yang dapat digunakan oleh pendidik meliputi :

1. Apa yang harus diberikan kepada peserta didik pada masa perkembangan tertentu

2. Bagaimana caranya mengajar atau menyajikan pengalaman belajar kepada peserta didik pada masa-masa tertentu.

Masa usia sekolah dasar sering disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah. Umur 6-7 tahun umumnya anak telah mudah memasuki usia sekolah dasar. Pada masa ini secara relatif anak-anak lebih mudah di didik dari pada masa sebelum dan sesudahnya. Masa keserasian beresekolah dibagi menjadi dua fase yakni :

a. Masa kelas rendah sekolah dasar, kira-kira umur 6/7 tahun sampai 9/10 tahun.

Menurut Yusuf (2014:24) beberapa sifat anak-anak masa ini adalah sebagai berikut :

  1. Ada hubungan positif yang tinggi antara kondisi jasmani dan prestasi. Misalnya bila peserta didik jasmani sehat maka banyak mendapat prestasi.
  2. Sikap mematuhi kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
  3. Terdapat kecenderungan memuji diri sendiri (menyebut namanya sendiri)
  4. Suka membanding-bandingkan dirinya sendiri dengan anak lain.
  5. Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka anak akan mengabaikannya karena soal itu dianggap tidak penting
  6. Pada masa ini (terutama 6,0-8,0 tahun) peseta didik menginginkan nilai (nilai rapor) yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya pantas diberi nilai baik atau tidak.

b. Masa kelas tinggi sekolah dasar. kira-kira umur 9,0/10,0 sampai umur 12,0/13,0 tahun. Beberapa sifat khas anak-anak pada usia ini adalah adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret. Hal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang praktis.

  1. Memiliki minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret.
  2. Sangat realistik, ingin mengetahui, dan ingin belajar.
  3. Menjelang akhir masa ini sudah ada minat kepada hal-hal dan mata pelajaran khusus, menurut para ahli aliran teori faktor ini ditafsirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor atau bakat-bakat khusus.
  4. Sampai sekitar umur 11,0 tahun anak memerlukan guru atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Setelah ini berakhir, umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikannya.
  5. Pada masa ini anak memandang nilai (nilai rapor) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajar di sekolah.
  6. Anak-anak pada umur ini senang membentuk kelompok sebaya umumnya agar dapat bermain bersama-sama. Umumnya perkembangan peserta didik tidak terikat lagi pada peraturan permainan tradisional yang sudah ada, mereka membuat peraturannya sendiri.

Perkembangan peserta didik

Masa keserasian di sekolah diakhiri dengan suatu masa yang disebut masa poeral. Berdasarkan penelitian banyak ahli, sifat-sifat khas anak-anak masa poeral (Yusuf, 2014:25). Ini dapat dirangkum dalam dua hal, yakni seperti berikut :

  1. Diarahkan untuk berkuasa : sikap, tingkah laku, dan perbuatan peoral ditunjukan untuk berkuasa apa yang diidam-idamkan adalah si kuat, si jujur, si juara dan sebagainya
  2. Ekstraversi: berorientasi keluar dirinya misalnya mencari teman sebaya untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. peserta didik masa ini membutuhkan kelompok-kelompok sebaya. Dorongan bersain pada mereka besar sekali karena itu masa ini diberi ciri sebagai kompetisi sosial.

Hal yang penting pada masa ini adalah sikap anak terhadap otoritas (kekuasaan), khususnya otoritas orang tua dan guru. Anak-anak peoral menerima otoritas orang tua dan guru sebagai suatu hal yang wajar. Oleh karena itu, anak-anak mengharapkan kehadiran orang tua dan guru serta pemegang otoritas orang dewasa yang lain.

6. Tugas-tugas Perkembangan Akhir Masa Kanak-kanak

Menurut (Hurlock, 2003:9) tugas-tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar suatu periode tertentu dari kehidupan individu. Apabila individu berhasil menguasai tugas-tugas perkembangan peserta didik akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa ke arah keberhasilan dan melaksanakan tugas perkembangan selanjutnya. Sebaliknya apabila tidak berhasil maka akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan menimbulkan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya. Pendidikan hakikatnya bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas perkembangan.

Tugas akhir masa kanak-kanak menurut (Hurlock, 2003:10) adalah sebagai berikut:

  1. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan dan kegiatan fisik.
  2. Membangun sikap hidup yang sehat.
  3. Belajar bergaul dan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya.
  4. Mulai belajar menjalankan peranaan sosial sesuai dengan jenis kelaminnya.
  5. Mempelajari ketrampilan-ketrampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.
  6. Mengembangkan pengertian-pengertian atau konsep yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
  7. Mengembangkan, hati nurani, pengertian moral, dan nilai-nilai.
  8. Mencapai kemandirian pribadi.

7. Identifikasi Keragaman Karakteristik Peserta Didikl

Tugas perkembangan memegang peranan penting dalam menentukan arah perkembangan yang normal. Terdapat perbedaan peserta didik dalam penugasan tugas-tugas perkembangan, mungkin ada yang cepat, lambat dan normal. Untuk kepentingan bimbingan pembelajaran guru perlu mengetahui tingkat penguasaan tugas-tugas perkembangan siswa dalam berbagai aspek perkembangan. Adapun cara untuk mengidentifikasinya adalah sebagai berikut :

  1. Pelajari dan pahami tugas-tugas perkembangan masa akhir kanak-kanak (siswa SD)
  2. Jabarkan tugas-tugas perkembangan kepada ketrampilan-ketrampilan dan pola perilaku yang bersifat operasional. Contoh : Ketrampilan dasar berhitung adalah ketrampilan dasar menambah, mengurangi, pembagian pada bilangan bulat dan pecahan.
  3. Lakukan observasi. Guru mengamati perilaku peserta didik saat pembelajaran dengan menggunakan pedoman pembelajaran pada aspek-aspek yang diamati. Pengamatan guru fokus pada satu orang atau paling banyak tiga orang. Pengamatan dapat dilakukan pada kegiatan atau perilaku peserta didik yang menonjol baik positif maupun negatif atau menyimpang dengan cara : 1. Menggunakan pedoman observasi. 2. Catatan  anekdot (tanpa dirancang secara khusus, tanpa pedoman pengamatan; insidental).
  4. Lakukan wawancara. Pada situasi tertentu jika diperlukan guru bisa melakukan wawancara kepada peserta didik tertentu (peserta didik kelas tinggi) dan orang tuanya untuk memperdalam pemahaman. Dalam melaksanakan metode ini guru dapat juga menggunakan pedoman wawancara.
  5. Menggunakan angket atau inventori (jika tersedia) untuk mengungkap aspek-aspek peserta didik.
  6. Menggunakan analisis prestasi belajar, tugas dan karya peserta didik untuk mengidentifikasi aspek kecakapan dan kepribadian peserta didik.
  7. Informasi dari orang tua dan teman-teman peserta didik.
  8. Hasil identifikasi dianalisis dan dibuat catatan.
  9. Catatan dikembangkan menjadi langkah-langkah pembelajaran atau pemecahan masalah dan tindak lanjut.

8. Implementasi Dalam Pembelajaran

Tugas utama guru adalah membantu peserta didik dalam mengembangkan prestasi terbaik sesuai dengan potensinya. Oleh karena itu pemahaman terhadap perkembangan peserta didik sangat penting, guru dapat mempertimbangkan bantuan yang tepat sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan anak, serta keragaman karakteristik individu.  Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan guru :

Perkembangan peserta didik

  1. Pahami karakteristik perilaku dan lingkungan anak pada tahap perkembangan peserta didik usia sekolah seperti mengetahui dan memiliki catatan peserta didik yang perkembangannya cepat, normal, dan lambat. Selain itu guru harus mengetahui peserta didik yang memiliki hambatan penguasaan ketrampilan, kemampuan, perilaku sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya dan faktor-faktor penyebabnya serta bantuan yang harus diberikan kepada peserta didik. Dengan demikian guru memahami materi-materi yang tepat diberikan kepada peserta didik ; memilih pendekatan, metode,, teknik, dan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.
  2. Rancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan keragaman karakteristik dan perkembangan peserta didik.
  3. Pahami setiap individu berbeda satu dengan yang lain, oleh karena itu tidak diharapkan peserta didik memiliki reaksi yang sama kepada rangsangan lingkungan yang sama. Misalkan peserta didik yang pemalu akan berbeda dengan peserta didik yang percaya diri dalam bereaksi. Selain itu guru tidak dapat mengharapkan hasil yang sama dari peserta didik dengan perkembangan usia yang sama dan tingkat kecerdasan yang sama. Oleh karena itu perlu adanya pendekatan individualis dalam pembelajaran disamping pembelajaran secara klasikal atau kelompok.
  4. Ciptakan iklim belajar-mengajar mengajar yang kondusif bagi pertumbuhan pribadi peseta didik agar setiap individu dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
  5. Bimbing peserta didik untuk menguasai berbagai ketrampilan dan kemampuan sesuai dengan tugas dan tahap perkembangannya.
  6. Laksanakan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik belajar bergaul, bekerja sama, dan nilai-nilai moral untuk mengembangkan kepribadiannya.
  7. Beri peserta didik motivasi agar melakukan apa yang diharapkan dari mereka atau kelompok sosial pada masa usia sekolah.

Tags: #artikel pendidikan #kajian teori #makalah

Leave a reply "Perkembangan Peserta Didik Anak Usia SD"

No related post!